photo POSTER_zps39c54e57.jpg

ujian skill

siswa Lpk Nahami latihan ujian skill

LPK NAHAMI

siswa fishing 2019

Annyeong haseyo

annyeong haseyo

Sertifikat EPS

pengambilan sertifikat eps topik di semarang

Jangan Pernah Lakukan Ini di Korea Selatan

Ada ungkapan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Maknanya, di mana pun kita berada, kita mesti menghormati adat dan kebiasaan orang-orang di sekitar. Demikian pula ketika Anda berkunjung ke Korea Selatan.

Negeri ginseng ini memiliki tata cara tersendiri dalam kehidupan sehari-hari. Jika Anda melancong ke sana, berikut beberapa perilaku yang jangan pernah Anda perbuat di negeri itu.

- Jangan sembarangan mengambil gambar orang Korea. Kebanyakan mereka tidak suka jika menjadi bidikan kamera, terutama para wanita muda. Untuk memfoto mereka, kita harus meminta izin terlebih dahulu.

- Saat berada di bus atau subway, jangan mendengarkan lagu atau menonton video di ponsel tanpa headset.

- Hindari menggunakan taksi berwarna hitam (taksi deluxe atau dalam bahasa Korea disebut Mobeom Taxi). Tarif taksi itu lebih mahal dari taksi pada umumnya, yang berwarna abu-abu. Taksi biasa mematok harga 2.400 won untuk 2 kilometer pertama dan 100 won untuk setiap 144 meter. Sementara taksi deluxe mengenakan biaya 4.500 won untuk 3 kilometer pertama dan 200 won untuk setiap 164 meter selanjutnya.

- Jangan memberhentikan taksi di tempat pemberhentian bus.

- Jangan menunggu bus di sembarang halte walaupun letak setiap halte berdekatan. Di Korea, bus berhenti di halte yang memajang nomor bus tersebut.

- Hindari naik taksi dan bus ekspres tujuan luar kota saat tengah malam karena ongkosnya lebih mahal dibandingkan dengan di siang hari.

- Jika jarak tempuh dari tujuan satu ke tujuan lainnya cukup dekat, usahakan tidak naik subway atau bus, melainkan cukup berjalan kaki saja.

- Ketika berada di dalam subway, jangan memberi uang kepada pengemis atau membeli barang dari orang yang berjualan karena ada peraturan larangannya.

- Saat duduk di dalam subway, usahakan untuk tidak melakukan gerakan-gerakan yang mengganggu penumpang di sebelah kita, jika tak ingin diprotes.

- Jangan lupa menuliskan alamat lengkap beserta nomor telepon tempat wisata yang akan dituju. Saat tersesat, kita bisa meminta tolong polisi atau orang terdekat untuk mengecek nomor telepon tempat tersebut.

- Bagi mereka yang tidak mengkonsumsi daging babi, berhati-hatilah ketika membeli kimbap atau nasi gulung, karena isinya sosis babi. Jika ingin menyantap nasi gulung itu, kita bisa membeli nasi gulung yang belum dibentuk. Sebagai pengganti, kepada penjual, kita bisa meminta untuk memasukkan daging kepiting, sayuran, atau telur ke dalamnya.

- Tidak perlu membeli air mineral ketika menonton konser musik atau acara outdoor yang digelar di Seoul Plaza. Umumnya, panitia sudah menyediakan air mineral, alas duduk, atau jas hujan gratis bagi para pengunjung.

- Jika hendak masuk ke restoran-restoran kecil yang menjual berbagai jenis ayam goreng atau makanan dari ayam pada malam hari, kita harus berhati-hati. Usahakan untuk tidak makan di tempat. Atau, jika ingin makan di tempat, kita sebaiknya ditemani pria atau teman orang Korea.

Tempat ini umumnya tidak hanya menjual berbagai macam ayam goreng, tetapi juga bir. Para pria biasanya datang untuk makan dan minum, bahkan bisa sampai mabuk.

Tips Pulang kampung Buat "Swasta"

TIPS PULANG KAMPUNG BUAT 'SWASTA'
(Dengan SPLP atau PASPOR)
Bagi TKI di Korea yang sudah tidak berdokumen resmi ('swasta' ) yang akan pulang ke tanah air secara sukarela (tidak tertangkap ), ada beberapa hal yang harus diketahui dan dipersiapkan menyangkut kelengkapan dokumen untuk Imigrasi dan sebagainya. Yaitu sebagai berikut:

1. Persiapkan Data Paspor atau SPLP dengan Identitas ( nama dan Tanggal lahir ) antara data masuk Korea dengan data akan keluar dari Korea harus sama persis.

2. Membeli Tiket dengan "Nama" persis dengan Paspor/ SPLP yang di pegang.

3. Mendaftar ke tempat Register di bandara Incheon di pintu 8 depan blog G Lantai 3 dan mengisi data ( Negara, jenis kelamin,nama lengkap,tanggal lahir,Alamat di indonesia, alamat terakhir di korea, tanggal masuk korea, jenis visa, periode tinggal, alamat pabrik, nama pabrik , no telpon pabrik dan tanda tangan

4. Akan diambil foto diri dan semua sidik jari di tempat register tersebut

5. Mengikuti wawancara sebentar

6 Terakhir, mendapat selembar surat register yang bisa di pakai untuk menghadap imigrasi di bagian dalam (saat hendak boarding)

Hal lain yang perlu di perhatikan :

1. Usahakan melakukan Registrasi beberapa Hari sebelum jadwal Tiket pesawat Terbang. karena ada kemungkinan :

> Data Paspor Atau SPLP ( nama dan tgl Lahir ) antara data waktu masuk Korea dan keluar Korea tidak sama. maka selang hari tersebut bisa dipakai untuk perbaikan data paspor atau SPLP ke KBRI Seoul.

> Jika Anda punya Sangkutan Keuangan dengan pihak kartu kredit/bank atau perusahaan telepon rekening/pasca bayar (harus dilunasi dulu)

> Jika Anda pernah tersangkut masalah kriminal sehingga harus menyelesaikan dulu dgn pihak kepolisian ( Terkadang Anda tidak tahu kalau pernah dilaporkan orang lain melakukan tindak kriminal sehingga pemeriksaan akan dilakukan setelah koordinasi antara pihak imigrasi dan polisi)

2. Jangan diantar oleh orang swasta lain, karena teman yang mengantar akan diperiksa ID Card-nya

3. Bawalah uang Secukupnya ( sekitar 2 jt rupiah dan sisanya ditranfer aja).

4. Catatlah No telpon KBRI (02-7835675) atau teman Indonesia yg pandai berbahasa Korea (untuk membantu penerjemahan)

5. Berhentilah bekerja minimal 1 bulan sebelum kepulangan. Setelah berhenti bisa arbaitan di pabrik itu lagi atau pabrik lain. >> Untuk mengantisipasi tidak diterimanya Gaji dan Twejigem (Pesangon). (Sebab pengurusan twejigem ke nodongbu paling cepat 14 hari setelah berhenti kerja).

6. Datang ke Kantor Gugmin Yonggem terdekat dengan membawa: Paspor, ID Card, Tiket Pesawat dan Buku Tabungan Bank) untuk mengurus dana pensiun (bila ada setoran pada waktu masih Legal)

7. Carilah teman yg tempat tinggalnya di sekitar Incheon atau Seoul beberapa hari sebelum pulang ketanah air. (untuk mengantisipasi Ketidak lengkapan administrasi waktu regristasi biar dekat sama bandara dan KBRI )

Calon TKI Rebut Peluang Sektor Perikanan di Korea sebanyak 2.049

Solo, Minggu (23/10/2016) - Perekrutan Calon TKI ke Korea Selatan yang melalui beberapa tahapan seleksi, akan dilakukan dengan lebih selektif lagi dengan menerapkan model Sistem Poin EPS (Employment Permit System), yakni proses rekrut calon TKI selain melalui seleksi tes bahasa Korea juga dilakukan seleksi tes keterampilan dan tes kompetensi, demikian disampaikan oleh Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid dalam press rilisnya pada acara pelaksanaan ujian tahap I (EPS-TOPIK) Sistem Poin EPS program G to G ke Korea Selatan untuk sektor perikanan di tahun 2016 yang dilaksanakan di Universitas Negeri Surakarta, Solo pada Minggu (23/10/2016).

Diantara negara-negara pengirim lainnya ke Korea, Indonesia telah mengawali terlebih dahulu sistem poin untuk sektor perikanan di tahun 2016. Namun sistem ini akan diberlakukan juga di sektor manufaktur di tahun 2017.

Acara diikuti sebanyak 2.049 peserta, yang bertempat di Gedung FKIP UNS. Ini merupakan kali ke-7 ujian EPS-TOPIK dilaksanakan di UNS. Alasan kembali diadakannya di UNS ini dikarenakan domisili peserta ujian EPS TOPIK yang kebanyakan berasal dari Jawa Tengah.

Hadir dalam acara tersebut, mewakili Kepala BNP2TKI yakni Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro yang menyampaikan pesan Kepala BNP2TKI bahwa Moratorium TKI sektor perikanan yang diberlakukan pada tahun 2015 boleh dibuka kembali, tetapi dengan menambahkan syarat tambahan selain bahasa, yakni juga harus ditambahkan tes kemampuan dan kompetensinya yang terlihat dari bukti pengalamannya, training vokasional yang diikutinya, kursus atau sertifikat keahlian melaut yang dimilikinya contohnya Basic Safety Training dan sertifikat keahlian lainnya.

Diharapkan melalui Sistem Poin EPS tersebut akan memperoleh kandidat tenaga kerja yang benar-benar mampu beradaptasi dengan pekerjaan di sektor perikanan, baik dibidang penangkapan ikan dan budidaya ikan, sehingga kasus TKI yang pindah pekerjaan secara nonprosedur bisa diminimalisir. Mengingat sektor perikanan menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi terhadap meningkatnya kasus TKI Overstayer di Korea Selatan.

"Kompetensi itu persyaratan mutlak bagi calon TKI yang hendak ke Korea. Hebatnya, gaji di sektor perikanan itu sama besarnya dengan tenaga kerja asing lainnya, bahkan sama dengan tenaga kerja asal Korea yang bekerja pada bidang yang sama," ungkap Agusdin.

Lebih lanjut, Agusdin menjelaskan upah minimum TKI sektor perikanan di Korea saat ini adalah 1,2 juta won atau setara 13 juta rupiah, dan takehome pay-nya bisa mencapai 20 jutaan perbulan.

Selain itu, diharapkan jumlah kuota penempatan TKI ke Korea tahun 2017 dapat meningkat. Penetapan jumlah kuota tenaga kerja asing akan dilakukan pada bulan Desember ini. Penentuan jumlah kuota ini ditentukan oleh tiga hal, yaitu dari jumlah TKI Ilegal di Korea, tingkat prosentase pengiriman berdasarkan kuota yang telah diberikan, dan tingkat kesukaan user di Korea.

Cara Mendapatkan Beasiswa Korea

Semakin majunya teknologi dan sistem pendidikan Korea Selatan, menyedot minat para calon pelajar dari Indonesia untuk melanjutkan studi di Negeri Gingseng tersebut. Menurut data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, saat ini di Korea terdapat sekitar lebih dari 1.200 warga negara Indonesia (WNI) yang berstatus pelajar.

Dengan alokasi dana pendidikan dan penelitian yang cukup besar, Korea memberikan banyak peluang beasiswa bagi pelajar-pelajar asing, termasuk Indonesia. Setidaknya ada 4 cara untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Korea.

1. Beasiswa pemerintah Korea (KGSP)

KGSP (Korean Government Scholarship Program) merupakan salah satu beasiswa yang cukup bergengsi di Korea. Pemerintah Korea memberikan peluang studi/kuliah di Korea untuk begitu banyak warga negara lain melalui program ini. Program KGSP ini tersedia untuk S1 (undergraduate) dan S2/S3 (graduate). Untuk informasi beasiswa KGSP dapat melihat informasi pada web http://www.studyinkorea.go.kr/en/main.do dan http://www.niied.go.kr/eng/index.do.

2. Beasiswa dari institusi Korea
KOICA
Institusi-institusi Korea ternyata juga memberikan beasiswa studi di Korea. Di antara institusi pemberi beasiswa tersebut adalah KOICA. Informasi lebih lanjut mengenai KOICA dapat dilihat melalui laman resmi KOICA http://www.koica.go.kr/.

3. Beasiswa dari perusahaan Korea

Perusahaan-perusahaan seperti SAMSUNG dan LG tidak ketinggalan memberikan kesempatan beasiswa di Korea. Biasanya, beasiswa ini diberikan kepada karyawan-karyawan pada perusahaan tersebut.

4. Beasiswa Riset
Sesuai namanya, beasiswa akan diberikan melakukan ativitas riset. Kita setiap hari datang ke kampus atau laboratorium, baik ada kuliah atau pun tidak, untuk melakukan riset. Pendaftaran beasiswa riset ini dilakukan langsung melalui universitas-universitas di Korea

Fakta Yang Harus di Ketahui Oleh CTKI Korea

FAKTA YANG HARUS DI KETAHUI OLEH CTKI KOREA
Tulisan  ini saya tulis tidak bertujuan untuk melemahkan semangat tetapi justru untuk memotivasi agar CTKI korea mengetahui proses yang sebenarnya sehingga ketika ada yang gagal tidak bisa bekerja di korea padahal sudah lulus ujian eps maka CTKI tersebut tidak frustasi karena memang sudah mengetahui informasi yang benar dan tidak akan menyalahkan siapa siapa.

Ada sebuah anggapan yang diyakini oleh beberapa CTKI bahwa jika sudah lulus ujian eps topik maka 100% pasti akan bekerja di korea. Apakah ada teman atau kerabat yang menyakini hat tersebut? Atau justeru anda sendiri juga termasuk orang yang meyakini hal tersebut?
Jika anda termasuk yang meyakini hal tersebut berarti anda tidak mendapatkan informasi yang benar. Karen faktanya jika anda lulus ujian eps topik maka prosentase anda untuk bekerja di korea selatan hanyalah 50%. Kenapa saya katakan prosentasenya hanya 50%? Karena masih banyak tahapan yang harus anda lalui agar bisa bekerja di korea. Yaitu, anda harus mendapatkan SLC (Source Labour of Contract) terlebih dahulu, karena tidak mungkin anda bekerja di korea melalui proses g2g tanpa mendapatkan SLC

SIAPA YANG MENENTUKAN SLC?
Nah... ini lah bagian njelimetnya proses ke korea, SLC atau kontrak kerja itu tidak di tentukan oleh pemerintah indonesia ataupun pemerintah korea tetapi di tentukan oleh BOS / SAJANG. Ketika berkas anda sudah terverivikasi oleh pihak nodongbu korea maka tugas nodongbu hanya mengonlinkan data anda, jika anda beruntung maka bos akan memilihmu dan langsung menandatangi SLC untuk secepatnya ditindak lanjuti. Jika data anda sudah di online kan sudah di sodorkan tetapi BOS / SAJANG tidak tertarik dengan CV lamaranmu maka boss tersebut akan berpaling mencari nama lain yg lebih sesuai kriterianya si boss.
Apakah nilai EPS yang tinggi atau rendah menentukan cepat atau lambatnya turunnya SLC?
Jawabannya adalah bisa iya bisa tidak tergantung bos. Karna si bos dalam menentukan calon kuli dia akan membaca semua data anda, mulai dari usia, lulusan terakhir, nilai eps, dan yang paling utama adalah si boss akan sangat meneliti lamaranmu (form tentang tuntutan gajimu). Ada yang milih berdasarkan usia, tujuannya agar sesuai dengan pekerjaan yang diberikan, ada yang memilih berdasarkan nilai ujian bahasa korea tujuanya agar si kuli nantinya mudah berkomunikasi tanpa harus nunggu lama, ada yang milih berdasarkan permintaan gajinya sedikit tujuannya biar perusahaan tidak terbebani ketika si kuli gakda lemburan maka si kuli tidak bisa menuntut, bahkan ada juga yang memilih berdasarkan FOTO anda, ada yang memilih wajah lugu agar mudah ketika dinasehati, ada yang memilih wajah kalem, wajah pekerja keras dan berbagai macam. Karena ketika si boss ingin memberikan pekerjaan maka mereka pun ingin agar pekerjanya tersebut tidak cepet pindah pabrik karena bos yang mendatangkan kuli dari negara asal pasti mengeluarkan biaya untuk pendidikanmu di ANSEONG selama 1 minggu sebelum kamu di terjunkan di pabrik.

Jika anda sudah mendapatkan SLC maka prosentase anda adalah 70%. Karena masih ada kemungkinan dibatalkan jika anda tidak fit dalam medical chek up !
Jika anda sudah mendapatkan SLC, sudah prelim dan MCU (medikal chek up) nya fit maka prosentase anda 80 %

Setelah prelim dan chek up sudah dilalui maka tahapan selanjutnya adalah permohonan visa, permohonan visa ini berkaitan dengan keimigrasian. Jika anda tidak pernah bermasalah dengan imigrasi korea tidak pernah berbuat kriminal atau pelanggaran maka permohonan visa ini akan mudah di lalui. Karna bagi peserta CBT permohonan visa ini bisa mengganjal urusan jika dulu sewaktu di korea pernah melanggar lalu lintas atau menggunakan telpon rekening yang tunggakannya belum di bayar maka imigrasi sulit mengabulkan penerbitan CCVI. Bagi PBT permohonan visa ini mestinya mudah karna tidak punya "dosa masa lalu" di korea.

Jika anda sudah mendapatkan CCVI maka prosentase anda untuk bekerja di korea sudah mencapai 90%. Karena masih ada 1 tahapan lagi yang harus di lalui agar menjadi 100% persen bisa bekerja di pabrik. Yaitu ketika anda sudah terbang dan di bawa ke penampungan di ANSEONG maka anda akan di MCU (medical chek up) ulang.
Perlu di ketahui bahwa medikal di korea itu tegas, jujur, dan no tipu tipu. Tidak bisa disogok dan tidak bisa di rayu. Jika anda fit maka lolos jika unfit maka anda akan dipulangkan ke indonesia lagi dan biaya anda yang sudan terlanjur dibayarkan tidak akan dikembalikan. Jika anda tidak mempunyai TBC, HIV, SPILIS, dan negativ narkoba maka anda akan lolos dan menjadi 100% untuk di antar ke pabrik tujuan.

Intinya ikut belajar bahasa korea di lembaga belum tentu lulus ujian
Lulus ujian belum tentu dapat SLC
Dapat SLC belum tentu terbang karna bisa di cancel
Sudah prelim belum tentu dapat CCVI
Sudah terbang sampai di panampungan ANSEONG belum tentu FIT

Jika sudah sampai pabrik dan sudah bekerja belum tentu pulang dalam keadaan anggota badan utuh karena itu pilihlah pabrik yang resikonya kecil.
Memang prosesnya demikian suka gak suka, mau gkmau kalau ingin bekerja di korea lewat jalur g2g ya harus sabar, tabah, siap menghadapi apapun yang akan terjadi agar bila ada hal yang tak diinginkan maka anda tidak frustasi dan tidak strees

Semoga bermanfaat dan menambah gairah anda untuk tetap semangat bagi yang nunggu ujian, nunggu SLC, nunggu CCVI, nunggu panggilan terbang. Semoga kita semua termasuk golongan yang bahagia dunia akhirat. Aamiin